Beberapa bulan yang lalu, teman saya, seorang Direktur sebuah perusahaan leasing nasional terkemuka suatu ketika menelpon saya. Dia hendak mencairkan depositonya di BPRLestari.
Sebagai prosedur standar, saya melakukan exit interview.
“Mau dikemanakan uangnya?”, tanya saya.
“Saya mau investasinya di Dressel, bunganya bagus, 2% per-bulan, dalam USD lagi. What do you think?”, tanya teman saya itu.
Langsung saya katakan, “Saya tidak sarankan. Lebih baik jangan!”
Tetapi akhirnya teman saya itu mencairkan juga sebagian depositonya untuk kemudian diinvestasikannya di Dressel (PT. Wahana Bersama Globalindo).
Kemarin, masuk smsnya, berkata,” kamu jago yah, udah tahu Dressel bakalan masalah!
Bapak/Ibu sekalian, saya tidak jago meramal. It is obvious. Jelas sekali bahwa investasi tadi akan bermasalah. Cuma saya tidak tahu kapan. Tetapi pasti akan bermasalah.
Pertimbangan saya adalah, yang pertama, dana investasinya dipakai untuk apa? Aspek pertama kali menentukan investasi adalah mengetahui dengan jelas, dana investasi yang dikumpulkan digunakan untuk apa. Apa untuk bertransaksi di pasar modal, atau untuk berinvestasi di pasar uang. Atau proyek properti atau pendirian pabrik atau akuisisi perusahaan atau menambah modal perusahaan.
Dari situ, kita mulai bisa menganalisa ini investasi beneran atau investasi bohong-bohongan.
Sebuah investasi bisa saja memberikan return 20% setahun, bahkan 50% setahun. Tetapi tidak berlaku linear. Ada limitasinya. Tidak bisa sebuah proyek bersifat un-limited.
Investor terbesar di dunia, orang terkaya nomor dua di dunia, Warren Buffet, hanya mampu menghasilkan return rata-rata 25% setahun dari dana investasi yang dikelolanya.
Yang kedua, siapa yang mengelola investasinya. Dressel itu siapa? PT. Wahana Bersama Globalindo itu siapa? Dressel itu ternyata perusahaan yang didirikan di British Virgin Island. Kok bisa perusahaan yang seharusnya bergengsi dan legal didirikan di sebuah negara kepulauan di Bahama.
Yang ketiga, siapa yang mengawasi institusinya. Bank diawasi sangat ketat oleh Bank Indonesia, perusahaan manager investasi terikat dengan peraturan yang ketat dari Departemen Keuangan dan Bapepam. Dressel itu siapa yang ngawasi?
It is so obvious ! Jelas sekali ini merupakan money game. Ketika anda setor sejumlah katakanlah USD10,000 dengan return 20% setahun, maka dalam 3 tahun, perusahaan tadi baru membayar 60% dari uang anda sendiri. Dan waktu yang 3 tahun tadi digunakan untuk membangun reputasi bahwa pembayaran bunga selalu dilakukan tepat waktu.
Bapak/Ibu sekalian, ini bukan yang pertama, dan saya pikir bukan pula yang terakhir. Akan selalu ada model investasi sejenis money game ini dalam bentuknya yang lain lagi. Apakah arisan berantai, multilevel marketing yang disalah gunakan, menggunakan internet, investasi burung puyuh, investasi kebun anggur, dll.
Pesan saya, telitilah dahulu. Jangan berinvestasi hanya berdasarkan bisik-bisik tetangga.
Sebenarnya kita mampu kok menganalisanya, jika saya keserakahan kita tidak terusik. Namun itulah lemahnya manusia. Kita cenderung serakah. Ketika kita serakah, kita menjadi bodoh. Dan itu yang digunakan oleh para ‘penipu ulung’ tadi.
Kemudian saya jawab sms teman saya tadi, “saya bukannya pandai, cuma kebetulan lagi tidak serakah”.
Semoga bermanfaat dan salam dahsyat!



