“You cannot expect different result by doing the same thing over and over again”
Rizal Mallarangeng sebelumnya konsultan politiknya Pak Soetrisno Bachir. Iklan politiknya buat Pak Bachir bagus sekali “Hidup adalah Perbuatan’. Foto-fotonya (oleh Darwis Triadi) ciamik. Presentasinya segar.
Kemudian entah bagaimana bung Rizal ini berganti haluan, proposing himself to Indonesia to lead. Slogannya “generasi baru, harapan baru’.
Saya melihat iklannya. “Wow…!”
Saya membaca surat terbukanya yang dipasang satu halaman surat kabar-surat kabar terkemuka. “Dahsyat ….!
Saya mengapresiasi bang Rizal ini. Begitulah seharusnya generasi muda Indonesia. Berani mengemukakan pendapat tetapi santun. Berani berbeda tetapi argumentatit. Berani berinisiatif. Berani berargumentasi. Intelek, tidak mengandalkan premanisme.
Generasi muda Indonesia haruslah berani bermimpi. Bang Rizal menunjukkan contohnya. Dan kalau mau mimpi, mimpilah yang besar sekalian. Bang Rizal menunjukkan contohnya. “If there is a will, there is a way”, katanya di iklan.
Donald Trump sendiri mengatakan bahwa sama sulitnya membangun apartemen 2 kamar dengan membangun pencakar langit. Kalau sama sulitnya, Mengapa tidak sekalian saja bermimpi membangun pencakar langit. Demikian komentar Trump dalam bukunya.
Saya curiga kemampuan bermimpi anak-anak Indonesia menurun drastis. Entah karena sistem pendidikan, entah karena lingkungan, entah karena apa. Marilah bersama-sama membangkitkan kemampuan bermimpi anak-anak kita. Orang tua jangan halangi anak-anak kita bercita-cita besar. Biarkan cita-citanya menggantung setinggi bintang. Istilah saya, jika cita-citamu hendak menggapai bintang, walaupun tidak tercapai akan membawa bulan. Tidak dapat bulan, masih dapat awan. Tidak dapat awan, masih ada pohon kelapa.
Generasi muda Indonesia haruslah berani mengambil inisiatif. Bang Rizal memberi contohnya.
Saya terpana dengan pidatonya Barack Obama di Democratic Convention. Katanya “kita tidak dapat mengharapkan hasil yang berbeda ketika orang-orang yang sama terus mengerjakan hal-hal yang sama” (ini terjemahan bebas, karena saya tidak ingat persis kata-katanya).
Janganlah mengelola hidup kita, perusahaan kita, negara ini seperti “business as usual”, karena ‘business is not usual’, bahkan ‘business is always not usual’. Dalam kasusnya Rizal Malarangeng, ia gelisah karena negara ini dikelola as usual oleh orang-orang yang juga usual. Karena selama kita masih mengelola diri kita as usual, orang Malaysia mulai mengambil bank kita, orang Perancis menguasai supermarket kita, berjualan mulai dari odol, minyak goreng sampai sabun mandi.
Saya membaca majalah Hot Property yang isinya adalah property-properti terindah di pulau Dewata. Yang menggelisahkan saya adalah agent-agent-nya dari Sydney, London dan Hongkong. Developernya juga idem ito. Saya tidak anti asing, cuma mengapa kita kalah di kandang sendiri. Apa yang salah?
Jadi wajar jika Rizal Malarangeng gelisah. Salutnya, ia bukan Cuma gelisah, ia mengambil inisiatif. Ia mengambil tindakan.
Bang Rizal, jika anda nanti benar-benar running for president, you’ll got my vote! Jangan risau jika orang meremehkan anda, karena elang memang terbang sendiri, yang jalan beriring-iring itu cuma bebek.
Good luck! Well done!
Ps. Ngomong-ngomong itu uang untuk beriklan dari mana bang Rizal?
Berikut Iklan Rizal Mallarangeng pada Youtube :



