Get ready!
Saya mencermati bahwa ‘kepanikan’ masyarakat mereda. Pemerintah telah dengan tangkas menjawab confidence issue yang berkembang dengan menaikkan batas penjaminan dari 100 juta menjadi 2 Milyar.
Waktu hari Senin dua minggu yang lalu itu, dalam sebuah acara di Bank Indonesia, saya kebetulan duduk semeja dengan Pak Viraguna, pemimpin BI Denpasar. Waktu itu dengan yakin saya mengatakan kepada Pak Viraguna,
“Pak, isunya adalah confidence. Pemerintah harus segera mengambil tindakan. Berikan blanket guarantee terhadap simpanan dan tetapkan batas atas bunga penjaminan. Masyarakat akan tenang, perbankan tidak akan lagi trek-trekan dengan suku bunga, bunga akan turun, bank tidak perlu menaikkan suku bunga kredit dan bisa mulai kasih pinjaman lagi. Everybody will be happy”.
Gaya saya meyakinkan, seperti ahli ekonomi betulan.
Saya salah!
Pemerintah telah menaikkan batas atas simpanan, tetapi bunga tidak turun.
Bank-bank tidak mau mengucurkan kredit. Dan bunga kredit mulai naik.
Jadi rupanya ada bank-bank yang kebetulan dalam posisi yang kurang menguntungkan (LDR yang tinggi di tengah ketatnya likuiditas), yang kuatir deposannya pindah ke bank lain. Sehingga tetap mematok bunga tinggi sebagai senjata mempertahankan deposan. Jika satu bank memasang bunga setinggi itu maka bank lain akan ‘mempertahankan’ diri juga dengan senjata yang sama, yaitu suku bunga. Akibatnya bunga tidak turun. Kenaikan suku bunga kredit tidak terelakkan lagi. (Selengkapnya )



