“Kenali Musuhmu, kenali Dirimu, kenali medan peperanganmu, seribu pertempuran akan kau menangi” (sun tzu – the art of war)
Bapak/Ibu yang baik, pada Berjalan Menembus Badai (1) dan (2) saya mencoba menganalisa landscape bisnis di 2009 dari sisi Change (perubahan) yang akan terjadi dan dari sisi Competitor (pesaing). Saya melihatnya terutama sekali di industri yang saya geluti, yaitu industri BPR.
Berikut saya sampaikan bagian dari internal memorandum BPRLestari yang saya sampaikan kepada leadership staff di penghujung tahun 2008 yaitu yang menyangkut perilaku customer dan kesiapan BPRLestari sendiri untuk menghadapi landscape bisnis di 2009 (menembus badai).
2009, CONSUMER
Perilaku konsumer akan sedikit berbeda. Di funding, mereka masih wait and see. Jadi untuk sementara kita fokus dengan existing customer. Keep them. Makes them happy. And then grow from them.
Jika kondisi perekonomian dunia terjadi perbaikan secara gradual, maka setelah semester kedua, kita bisa mendapatkan customer baru (get) secara signifikan.
Jadi urutannya sekarang kita balik. Bukannya get, keep and grow, tapi keep dulu,, grow and get kemudian.
Perilaku nasabah peminjam sedikit berbeda. Bunga tinggi. Permintaan akan turun, sementara ini yang mau terjun ke mikro semakin banyak. Susah?
Walaupun susah, tetapi pertumbuhan di sisi kredit bukannya tidak mungkin. Yang perlu kita cari adalah celah-celah kecil dimana kita masih bisa bermanuver dengan tidak mengorbankan prinsip kehati-hatian.
Perlu diingat, hampir semua bank menahan diri untuk tidak melepas kredit di akhir 2008 dan awal 2009. Semuanya mengkonsodilasikan diri, sebagian menderita luka-luka. Di awal 2009 saya perkiraaan perbankan rata-rata-nya masih wait and see, dan sebagain merawat dan mengobati luka-luka yang dideritanya.
Jadi dengan landscape yang demikian, BPRLestari bisa ‘bermain’ sendirian di pasar kredit ini. Itu yang kita kerjakan. BPRLestari tidak mengerem pemberian kreditnya. Kredit jalan terus di tengah likuiditas yang ketat. Harga memang sedikit menjadi mahal, namun ‘barang ada’. (Selengkapnya )




