Bapak/Ibu sekalian, minggu lalu saya men-disclose internal memorandum yang saya sampaikan kepada leadership staff BPRLestari di penghujung tahun 2008.
Jadi walaupun 2009 kita hadapi dengan penuh kecemasan, namun ternyata dari sisi perubahan yang terjadi (change), banyak opportunity yang bisa dimanfaatkan. Mendung tidak selamanya kelabu.
Beberapa perubahan yang akan berdampak terhadap industri BPR antara lain Kenaikan penjaminan menjadi 2Milyar memberikan kesempatan yang luar biasa buat BPR. Dan peraturan bahwa Bank Indonesia akan memberikan pinjaman jangka pendek (dengan agunan kredit lancar) bagi BPR yang mismatch mengakhiri mimpi buruk setiap bankers BPR yang takut ada penarikan mendadak.
Sekarang kita lihat dari sisi kompetitor. Siapa saja kompetitor bisnis kita di tahun 2009, bagaimana landscape-nya.
2009 COMPETITOR
The Death of Wealth Product, and The Rise of Deposito.
Untuk sementara saingan produk konvensional bank, yaitu reksadana, saham, wealth product akan tiarap. Bank-bank asing juga akan mengalami set back di Indonesia.
Hampir saya pastikan, produk deposito yang berjaya di 2009.
Saingan yang ketat memang dari bank-bank umum. Terutama bank-bank pendatang baru yang mencoba mempenetrasi pasar dengan strategi suku bunga. Namun pertanyaan buat mereka adalah “how high can they go?”.
Berbeda dengan market BPR yang sudah segmented, bank-bank umum tidak biasa menjual kredit seperti BPR. Segmentasi market di BPR yang bergerak di sektor mikro ditambah dengan kelincahannya bermanuver membuatnya bisa ‘melempar dana’ dengan suku bunga cukup tinggi. Bank-bank umum tidak bisa menjual kredit seperti di BPR, market mereka tidak bisa absorb, sehingga kalau ngotot bermain dengan suku bunga funding yang terlalu tinggi berarti negatif spread, how long can they stand?”
Jadi bagi kami di BPRLestari, strategi funding kami akan konsisten dengan 3 basic strategy, create and consistenty increasing confidence level (AMAN), servicing like there is no tomorrow (PRAKTIS), dan profited from us (MENGUNTUNGKAN). Jadi pilarnya adalah bagaimana secara konsisten meningkatkan confidence level masyarakat terhadap kami, bagaimana memberikan service level yang tinggi serta produk-produk yang menguntungkan buat nasabah.
Rame-Rame Masuk Pasar Mikro.
Disinilah pertarungan sesungguhnya terjadi. Pasar kredit mikro yang dianggap secure dan memberikan return yang tinggi akan digarap rame-rame oleh bank-bank umum.
Danamon, Mandiri, BRI, dan BTPN sudah berancang-ancang untuk memperbesar eksposure-nya di sektor mikro ini.
This is a real challenge. Pertarungan akan ketat. Namun kita di BPR mempunyai keuntungan. Ini kampung kita, there is no one knows better than us.
Mereka dikomando dari Jakarta, kota nan jauh di sana. Perancang kebijakannya duduk di lantai atas kantor-kantor di Jalan Sudirman. Bagaimana mereka bisa mengalahkan kita untuk local knowledge di Bali.
Pertarungan akan ketat. Seperti saya bilang, disinilah terjadi the real battle.
Ada Apa Dengan Kredit Konsumer
Kredit konsumer terutama KKB selama ini dikuasai oleh finance company, Adira, WOM, dan kawan-kawan. Namun seperti industri BPR, mereka mendapatkan dananya dari bank umum. Rezim suku bunga tinggi, dan ketatnya likuiditas akan membuat mereka untuk sementara paralyzed. Belum lagi akan adanya ledakan masalah buat mereka di Jawa dan Sumatra.
Saya berpikir market kredit kendaraan bermotor sudah bisa dilirik oleh BRP.
Demikian Bapak/Ibu, analisa saya mengenai kompetisi di 2009. Bagi kita as a business leader, pemahaman kita terhadap landscape kompetitor sangatlah penting. Bukankah kata Sun Tzu, “kenalilah musuhmu, kenali medan peperangan-mu, seribu pertempuran akan kau menangi.”
Bagaimana dengan bisnis Bapak/Ibu.
Semoga bermanfaat. Salam.



