“Kalahkan Inflasi…!”
Bapak/Ibu yang baik, edisi minggu-minggu lalu saya menjelaskan bahwa beberapa teknik untuk menabung diantaranya melakukan di awal (pay yourself first) ketika pertama kali kita mendapatkan pendapatan (atau gaji). Jadi prosesnya sama seperti kantor yang memotong ppH atas gaji kita. Sebelum sampai ke tangan kita, pemerintah sudah duluan memotong pendapatan kita. Tidak pernah kan kita sampai tidak punya uang untuk membayar pajak. Karena pajak dipotong didepan. Dengan demikian ‘tidak ada cerita’ kita tidak punya uang untuk menabung.
Sekarang, bagian HR saya, selalu memotong gaji saya dahulu untuk disetorkan ke tabungan saya (SIKAYA Gold dan Platinum). Jadi saya menerima gaji saya bersih setelah dipotong pajak dan tabungan. Sisanya boleh saya habiskan.
Teknik kedua adalah dengan memanfaatkan waktu sebagai faktor pengungkit. Dengan teknik bunga berbunga (compounding interest) kita akan mendapatkan akumulasi tabungan yang signifikan jika kita melakukannya dalam waktu yang cukup lama. Prinsip inilah yang mendasari seluruh sistem ‘investasi’ jangka panjang, seperti yang banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asuransi.
Teknik ketiga adalah bagaimana mengalahkan inflasi. Agar akumulasi dana yang berhasil kita kumpulkan 20 tahun atau 25 tahun kedepan masih mempunyai nilai yang significan dan cukup untuk membiayai ‘life style’ ketika kita sudah tidak bekerja lagi.
Bagaimana dengan inflasi?
Pertanyaan yang sering adalah bahwa nilai uang yang saya sebut diatas tentunya tidak sama dengan nilai uang sekarang. 1 Milyar 30 tahun yang akan datang tidak sama daya belinya dengan 1 Milyar sekarang. 1 Milyar sekarang mungkin besar, namun 30 tahun yang akan datang?
Tentunya kita tidak menafikan hal di atas. Saya hanya menjelaskan faktor efek compounding itu bersifat eksponensial. Kita sebenarnya bisa menjadikan waktu sebagai teman.
Tentunya untuk meng-offset penurunan nilai uang karena inflasi, kita bisa menambah jumlah tabungan kita setiap tahunnya. Kalau bisa tambahannya melebihi inflasi. Misalnya tahun ini kita menabung 500rb per bulan, tahun depan 600rb, tahun berikutnya 800rp. Tahun ke-3 1juta dan seterusnya. Nilai akhirnya akan mengejutkan.
Produk yang Cocok Apa?
Rekening tabungan yang dipilih adalah rekening tabungan yang memberikan bunga yang tinggi. Ingat nilai uang kita di masa yang akan datang merupakan fungsi dari pokok dikalikan bunga dipangkatkan waktu.
Pt = Po (1 + i) ^t
Pt = nilai uang kita setelah waktu t
Po = setoran
i = bunga
t = waktu
Jadi untuk keperluan menabung kita, pilih yang bunganya paling tinggi. Bukan yang ada ATM-nya. Karena fungsi menabung tidak untuk ditarik melainkan untuk semakin bertambah dan semakin bertambah.
Ada dua jenis rekening tabungan. Rekening tabungan yang selama ini kita kenal adalah rekening transaksional. Rekening jenis ini memang dirancang untuk memudahkan transaksi. Memudahkan tarik dan setor. Ciri-cirinya adalah dibundling dengan produk ATM. Dan biasanya jenis tabungan ini bunganya rendah. Bunganya harus rendah karena operasional cost dari bank yang menyelenggarakan rekening transaksional ini mahal. Jadi mahalnya operasional cost untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dikompensasi dengan bunga murah yang dibayarkan oleh bank kepada penabungna.
Rekening transaksional tidak cocok untuk keperluan kita menabung jangka panjang dan compounding.
Hadiah pun tidak terlalu kita perlukan. Karena biasanya hadiah baru diberikan jika bunganya rendah. Jadi hadiah sebenarnya merupakan kompensasi atas rendahnya bunga yang diterima oleh nasabah.
Yang kita butuhkan adalah rekening tabungan investasi. Yang bunganya tinggi dan yang memungkinkan setoran secara berkala. BPR Lestari telah mengembangkan produk tabungan jenis ini (installment saving) dalam seri SIKAYA-nya.
Demikian Bapak/Ibu sekalian, saya percaya bahwa menabung walaupun kesannya sederhana namun merupakan landasan bagi kesejahteraan sebuah keluarga, landasan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang sejahtera akan menjaga kelestarian lingkungannya, masyarakat yang sejahtera peduli kebudayaannya. Itulah ajeg bali yang sesungguhnya.
Semoga bermanfaat. Salam.




Sorry, comments for this entry are closed at this time.