Ketika keserakahan menyerang, logika menurun (Alex P Chandra)
Bapak/Ibu yang baik, edisi ”Who Took My Money” saya susun terutama menyikapi kekisruhan investasi yang terjadi pada investor KKM. Beberapa hal yang membuat kita terjebak dalam ’investasi penipuan’ (bukan terbatas pada kasus KKM saja) antara lain adalah: karena ketidak-tahuan kita tentang dunia investasi dan keuangan dan keinginginan kita menjadi kaya secara cepat.
Berikut adalah berapa tips yang mudah-mudahan akan membantu kita semua supaya kita tidak terjebak kepada kesalahan serupa di masa yang akan datang.
Keserakahan vs Logika
Ketika keserakahan tiba, akal sehat menjadi luntur. Dan ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para penipu-penipu.
Dalam pekerjaan saya sehari-hari, saya terus menerus berjuang agar keserakahan saya tidak memakan logika saya. Saya harus terus menerus memonitor dan mengingatkan para anggota tim agar tidak semata-mata mengejar target setoran tanpa memperhatikan resiko-resiko yang timbul.
Partner bisnis saya adalah seorang trainer yang mengajarkan bagaimana caranya mengambil alih traveller cheque secara aman. Dia seorang yang sangat kompeten di bidangnya. Namun kemudian tertipu oleh sindikat yang menguangkan travellers cheque curian.
Kenapa bisa?
Karena ia silau terhadap keuntungan selisih kurs dari travellers cheque yang diuangkannya. Sehingga kemudian mengabaikan prosedur-prosedur yang seharusnya diambil ketika mengambil alih traveller cheque tadi.
Keserakahan kita adalah musuh besar kita. Dan setiap saat kita bisa terpedaya oleh karenanya, tidak terkecuali.
Ingatlah keserakahan itu berbanding terbalik dengan logika. Ketika kita serakah logika kita menjadi lemah.
Investasi bukannya Berjudi
Teman saya bertanya, “ sekarang saham BUMI harganya 500 rupiah, boleh beli habis-habisan enggak?” (Selengkapnya )



