Hanya ada 3 cara menjadi kaya dengan cepat …. terlahir kaya, menikah dengan orang kaya dan menang lotre (Alex P Chandra)
Bapak/ibu Nasabah yang baik, Saya dapat mengatakan dengan keyakinan penuh bahwa hanya ada 3 cara untuk menjadi kaya secara cepat, yaitu: terlahir kaya, menikah dengan orang kaya atau menang lotre.
Selain 3 cara di atas, hampir tidak saya ketemukan cara lain untuk menjadi kaya dengan cepat.
Problemnya, masyarakat kita senang sesuatu yang instan. Menjadi kaya secara cepat adalah godaan yang terlalu berat untuk ditolak. Oleh karenanya pembicara seminar yang menjanjikan cara kaya secara cepat, laku. Dukun juga laku. KKM juga sangat diminati.
Saya selalu berkampanye bahwa menabung bisa membuat seseorang sejahtera. Dan setelah menabung barulah kita bisa berinvestasi. Belajarlah dahulu sebelum berinvestasi. Edisi lalu saya mengatakan bahwa investasi yang paling baik adalah investasi kepada diri kita sendiri. Pelajari hal-hal yang berubungan dengan perencanaan keuangan dan investasi. Banyak buku-buku perihal hal ini.
Jenis investasi yang paling menguntungkan adalah dengan membuat/mendirikan bisnis sendiri. Jika dijalankan dengan benar, seorang pemilik bisnis bisa dengan mudah mendapatkan return di atas 50% pa. Bayangkan, sedikit sekali produk investasi yang bisa memberikan return di atas itu (kecuali investasi akal-akalan).
Namun, menjadi pemilik bisnis atau berwiraswasta atau istilah kerennya menjadi entrepreneur memerlukan skills khusus. Seorang pebisnis yang baik minimal harus menguasai dengan baik ilmu kepemimpinan (leadership), sehingga bisa menjadi pemimpin bagi diri sendiri maupun kelak menjadi pemimpin tim bisnisnya. Seorang pebisnis yang baik harus menguasai ilmu keuangan (finance). Seorang pebisnis yang baik harus mengerti ilmu organisasi dan management. Seorang pebisnis harus menguasai ilmu menjual (selling) dan marketing.
Oleh karenanya jika kita ingin terjun kepada dunia yang ’paling cepat’ memberikan keuntungan, berinvestasilah dahulu untuk mempelajari hal-hal tersebut di atas.
Tentunya tidak perlu kita menguasai semuanya terlebih dahulu baru memulai sebuah bisnis. Prosesnya bisa dijalankan secara paralel, sambil menekuni investasi kita, kita senantiasa harus menambah pengetahuan kita terhadap bidang ilmu-ilmu tersebut di atas.
Bapak/Ibu yang baik, kampanye saya di atas tidak menarik karena terlalu lama. Orang menginginkan cara kaya secara cepat. Lifestyle “Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”, lebih menarik dibandingkan dengan gaya hidup hemat dan membiasakan menabung. Setelah tabungannya banyak barulah mulai berinvestasi. Belum lagi harus mempelajari ilmu-ilmu keuangan, perencanaan, selling, marketing, management dan sebagainya.
Orang menginginkan cara yang cepat. Instan!
Andai saja saya bisa menemukan cara yang instan dan aman, pasti saya akan ceritakan. Namun sayangnya, sampai sekarang saya tidak menemukan cara menjadi kaya secara cepat selain ketiga hal yang saya singgung di atas. Terlahir sebagai anak orang kaya, menikah dengan orang kaya atau … menang lotre.
Tetapi, Bapak/Ibu sekalian, jika kita memulai prosesnya dengan benar, menabung kecil-kecilan, kemudian berinvestasi juga kecil-kecilan. Belajar terus menerus. Makin lama, jumlah yang kita investasikan semakin besar, ketrampilan kita juga semakin baik. Yang terjadi adalah percepatan. Pengumpulan kekayaan (wealth building) yang tadinya sangat perlahan, kemudian semakin cepat, semakin cepat dan semakin cepat. Efeknya seperti efek bola salju, mula-mula dimulai dengan bongkahan kecil salju yang makin lama semakin besar dan semakin cepat.
Ketika momentumnya tercapai, you are unstoppable. Kita tidak terhentikan lagi.
Bapak/Ibu sekalian, keingingin kita untuk menjadi kaya secara cepat, seringkali menggiring kita kepada scheme-scheme penipuan ataupun investasi-investasi yang too risky to handle. Jika saja kita mau bersabar, belajar dengan benar, mencoba dan mengkoreksi tindakan-tindakan kita, menurut saya semua orang bisa mencapai apa yang dicita-citakan.
Semoga bermanfaat. Salam dahsyat!




By jenk_kokom on Jun 3, 2009
keren pak alex,,,setiap saya baca artikel dari bapak saya selalu termotivasi untuk menjadi lebih baik,,,,tahnks