Jual Singkong beli Boeing
“Perdagangan yang bebas, memberikan nilai tambah kepada perekonomian, oleh karenanya perdagangan mensejahterakan”
Bapak/Ibu sekalian, ada satu prinsip dasar dalam dunia ekonomi yang menurut saya sangat dasar namun mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat. Yaitu perdagangan yang bebas.
Perdagangan beroperasi dengan prinsip dasar saling menguntungkan (mutual gain). Setiap orang merasa diuntungkan dengan mempertukarkan barang dan jasa. Perdagangan akan menggerakan barang dan jasa dari satu pihak (yang kurang membutuhkan) kepada pihak lain yang lebih membutuhkan. Pihak yang membutuhkan tentunya akan memberikan nilai yang lebih terhadap barang dan jasa yang diperolehnya tadi.
Jadi dengan prinsip tadi, maka, perdagangan akan memberikan nilai tambah (added value) terhadap perekonomian walaupun tidak ada tambahan output terhadap barang dan jasa yang dihasilkan. Bahkan walaupun yang diperdagangkan adalah barang bekas (second-hand).
Sebuah buku yang ‘highly technical’ mengenai elektronik tidak ada harganya buat seorang pencinta lukisan, namun sangat berharga buat seorang insinyur. Dan sebaliknya, sebuah lukisan tua tidak ada harganya bagi sang insinyur menjadi berharga sekali bagi si art collector.
Dengan perdagangan, maka buku teknik tadi bisa sampai ke tangan si insinyur dan lukisan bisa dinikmati oleh sang art collector. Barang yang tadinya tidak berharga, menjadi luar biasa nilainya.
Perdagangan memberikan nilai tambah kepada perekonomian walaupun tidak ada tambahan terhadap jumlah output barang dan jasa tadi.
Dengan prinsip dasar tadi, maka memajukan perdagangan agar barang-barang dapat secara leluasa dipertukarkan (dengan biaya yang semurah-murahnya) akan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya secara signifikan.
Dengan adanya perdagangan yang bebas maka, setiap individu dapat memusatkan perhatiannya untuk memproduksi barang dan jasa yang ‘paling bisa’ diproduksinya dengan biaya yang semurah-murahnya. Sedangkan barang-barang kebutuhan yang lainnya tidak perlu dihasilkan sendiri, melainkan bisa membelinya di pasar. Toh akan ada pihak lain yang ‘lebih bisa’ memproduksinya secara lebih ekonomis.
Misalnya saja ketika genteng rumah saya bocor. Jika saya yang mengerjakannya, maka tentu hasilnya tidak akan bagus (karena saya tidak ahli), dan saya tidak bisa mengerjakan pekerjaaan sehari-hari saya memimpin bank. Selain saya kehilangan kesempatan atas pendapatan saya sebagai pemimpin bank (dalam ilmu ekonomi disebut opportunity cost), genteng rumah saya belum tentu betul (karena saya tidak ahli), dan ada resiko saya terjatuh dari atap rumah.
Oleh karenanya lebih baik saya meminta ‘tukang genteng’ untuk memperbaiki genteng rumah saya, dan saya tetap mengerjakan pekerjaan saya sehari-hari. Biaya yang saya keluarkan untuk membayar jasa ‘tukang genteng’ tadi lebih murah dibandingkan dengan opportunity cost yang hilang.
Perdagangan membuat setiap orang bisa berspesialisai terhadap produksi barang dan jasa yang ‘paling bisa’ dikerjakannya dengan biaya yang paling ekonomis. Inilah dalam ilmu ekonomi yang disebut sebagai ‘the law of comparative advantage’.
Jika kita ‘lebih mampu’ memproduksi pangan (karena tanahnya luas dan iklimnya bagus), mengapa kita tidak berspesialiasi untuk memproduksi pangan saja. Kita bisa menghasilkan singkong yang murah tanpa tandingannya di pasar dunia.
Sebaliknya di Amrik sana, singkong tidak dapat tumbuh, namun pengetahuan dan teknologi orang Amrik sudah sedemikian majunya sehingga bisa menghasilkan kapal terbang Boeing dengan harga yang paling ekonomis.
Bukankah lebih baik kita berspesialiasi membangun industri singkong (mohon diartikan sebagai juga industri kelapa sawit, baru bara dll), dan kemudian kita bisa membeli Boeing dari hasil penjualan singkong tadi.
Mencoba membuat kapal terbang sendiri sama seperti saya membetulkan genteng di rumah sendiri. Menjadi sangat mahal, tidak ekonomis dan beresiko jatuh.
Semoga bermanfaat dan salam dahsyat.




By Dr. O' Henry, Ph.D. on Jul 9, 2009
TQ Emailnya, Mr. Alex P. Chandra.
Saya setuju dg pendpt Anda, maka akan saya buktikan, tentunya bila Anda setuju & mendukungnya. Saya minta ijin utk mencoba memasarkan produl unggulan Anda (Deposito atau unggulan lainnya ?) melalui off line (BALI-SBY) maupun on line: www.BaliCommunityCenter.TK (silakan klik & cari kelompok BANK, situs2 Anda telah terpasang.
TQ. Dr.Henry.
By Dr. O' Henry, Ph.D. on Jul 9, 2009
Saya tunggu responnya di (0361) 206 8880, 0818 39 0809, 08123 008 059. Sori baru balas sekarang, krn baru datang dr SBY.
By Dr. O' Henry, Ph.D. on Jul 10, 2009
Bali, 10-7-2009
Kpd Yth. Mr. Alex P.Chandra ditempat.
Apa kabar?
Salam DAHSYAT !!
Pada kesempatan yg berBAHAGIA ini, perkenankanlah kami mengundang Alex P. Chandra untuk menghadiri Seminar PT. Valbury Asia Futures mengenai Sistem Perdagangan Alternatif & Be Professional by Mr. Nico OJ (Vice President Technical Analisys) pada :
Hari : Sabtu, 18-7-2009
Pukul : 10.00-selesai
Tempat: Discovery Room
Kartika Plaza Hotel
Jl. Kartika Plaza, Kuta
Besar harapan kami, semoga Alex P. Chandra selalu SUKSES & dapat menghadiri SEMINAR kami. Kami yakin Alex P. Chandra dapat menyarikan materi SEMINAR tsb di atas sehingga mempunyai benifit untuk menambah wawasan & kualitas tulisan Alex P. Chandra di majalah kesayangan kami Money & You. (Kami juga bersedia untuk bekerjasama dalam penyebaran majalah di Money & You).
Selanjutnya kami tunggu kabar baiknya.
Dr.Henry:(0361) 206 8880, 0818 39 0809, 08123 008 059.
PT. Valbury Building
Jl. Teuku Umar No.152
Denpasar-B A L I
www.BaliCommunityCenter.TK
BaliComCenter@gmail.com