Wanita adalah Chief Financial Officer Suatu keluarga.
Bapak/Ibu Sekalian, Bulan ini, Agustus 2009, BPR Lestari mensponsori seminar mengenai perencanaan keuangan, dengan thema Uang&Wanita. Seminar akan menghadirkan Safir Senduk seorang pakar perencanaan keuangan.
Di seminar nanti, beberapa topic pembicaraan antara lain:
Kenapa Uang ?
Uang secara kultural, jarang dibicarakan di meja makan. Pembicaraan mengenai uang dianggap tidak sopan. Namun sebenarnya uang itu memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan setiap orang.
Orang sering berkata bahwa “uang bukan segalanya”, namun kenyataan bahwa “segalanya perlu uang”.
Uang memang bukan yang terpenting dalam kehidupan kita, namun semua orang tentu cukup setuju kalau saya mengatakan sebagai salah satu unsur yang penting.
Kenapa Wanita ?
Wanita merupakan ibu rumah tangga. Pengelola urusan domestik. Pengelola belanja rumah tangga.
Atau istilah saya bahwa ‘seorang ibu rumah tangga’ sebenarnya merupakan sebagaimana chief financial officer sebuah perusahaan. Wanita dan ibu adalah selayaknya seorang direktur keuangan bagi sebuah keluarga.
Nah problemnya muncul ketika seorang direktur keuangan tidak menguasai hal-hal yang terkait dengan keuangan.
Bagaimana Kekayaan Tercipta ?
Proses terciptanya kekayaan (wealth creation) sebenarnya bukan misteri. Ada kaidah-kadiah logis yang jika kita mengerti dan kita ikuti akan lebih menjamin upaya-upaya kita dalam mencapai kesejahteraan.
Ada sebuah persamaan yang bisa menceritakan kepada kita bagaimana sebenarnya proses terjadinya kekayaan, yaitu:
Ft equal Po (1 + Pt I)^t
Artinya, kekayaan yang tercipta sebanding dengan kekayaan awal, sebanding dengan investasi, sebanding dengan imbal hasil dan berbanding secara eksponensial dengan waktu. Ceritanya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tidak ada yang bisa kaya tanpa investasi.
Tanpa investasi maka kekayaan kita di masa yang akan datang sama dengan kekayaan awal yang kita warisi. Dan tidak semua orang terlahir kaya. Investasi adalah kata kuncinya. Tidak bisa kita memanen tanpa menanam terlebih dahulu.
Sementari itu, Investasi adalah Income dikurangi belanja. Jadi untuk sebuah keluarga mencapai kesejahteraan, buka Cuma faktor income yang di-manage, faktor belanjapun tak kurang pentingnya untuk diperhatikan.
Perhatikan Nilai Imbal Hasil (return)
Kendaraan investasi kita akan berbeda-beda kecepatannya. Deposito hanya akan menghasilkan 10% s/d 12% setahun. Jika kendaraan kita merupakan bisnis (business investment), maka imbal hasil 30% – 50% bukanlah hal yang mustahil. Bagi seorang pebisnis yang bagus imbal hasil 100% setahun tidak jarang bisa kita dapatkan.
Properti investment juga memberikan return yang lumayan walaupun tetap kalah dibandingkan dengan ‘business investment’. Pengertian kita terhadap jenis-jenis investasi, sifatnya, hasilnya dan resiko-resikonya perlu dimengerti oleh setiap orang yang ingin secara serius mengembangkan kekayaannya.
Jadikan Waktu sebagai teman kita
Perhatikan bahwa persamaan kekayaan kita di atas itu berbanding secara eksponensial dengan waktu. Walaupun investasi kita kecil, dan imbal hasil kita juga biasa-biasa saja (misalnya Cuma di deposito yang 10% pa), maka jika kita lakukan dalam waktu yang cukup lama, hasilnya bisa mengejutkan.
Bagaimana Memilih Investasi Yang Tepat buat Keluarga
Nah, ini giliran Safir untuk menceritakan investasi-investasi apa yang tepat bagi keluarga Indonesia.
Semoga seminar ini memberikan pencerahan dan manfaat bagi kita semua.
Sampai jumpa di seminar dan salam dahsyat.



