Ketika libur tahun baru, saya membaca buku mengenai Steve Jobs. Judulnya Icon. Isinya bercerita mengenai perjalanan karir Steve Jobs dan Apple-nya.
Pelajaran yang menarik adalah bahwa Apple dari sejak awal selalu mencoba untuk kreatif.
Pada waktu itu PC masih menggunakan operating system yang terpisah (masih ingat ketika PC menggukan disket DOS ?). Jadi jika mau mengaktifkan komputer harus memasukkan disket DOS. Jobs menganggap alangkah baiknya jika operating systemnya build in di dalam komputer. Jadi tidak usah memasukkan disket DOS.
Jobs juga terganggu dengan suara kipas pada PC, akibatnya dia meminta para engineer-nya untuk mendesain ulang power supply yang lebih efesien supaya tidak panas, sehingga PC tidak memerlukan kipas, dan quiet.
Beberapa tambahan kecil-kecil tadi menciptakan Apple Computer yang mengguncang dunia, dan menjadikan Apple seketika menjadi perusahaan Fortune 500.
Hal serupa diulang lagi ketika ia meluncurkan iPod. iPod sejatinya adalah MP3Player biasa. Tetapi dengan ‘penyempurnaan’ kontrol geser dan desain yang cantik, iPod menjadi mengguncang dunia dan berhasil mengembalikan kejayaan Apple.
Kreativitaslah yang menjadikan Steve Jobs salah satu ikon terpenting dalam dunia bisnis saat ini.
Bapak/Ibu sekalian, semakin tahun kompetisi akan semakin ketat. Tidak akan pernah semakin ringan. Jika cara kita bersaing hanya dengan menggunakan instrumen harga, makin lama profit margin akan semakin tipis. Makan ‘tajin’ kata bos saya dahulu.
Jika profit semakin tipis, perusahaan akan tidak bisa berinvestasi, dan lama kelamaan akan kehilangan daya saingnya.
Jadi tidak ada pilihan lain, kita harus semakin kreatif. Kreatif untuk ‘mendesain’ ulang produk, kreatif dalam berkomunikasi, kreatif dalam menentukan ‘pricing’, kreatif dalam services dan seterusnya.
Karena tertantang untuk bisa ‘bermain’ di pasar KPR, maka tim BPRLestari memutar otak berkreasi sehingga bisa menghasilkan KPR dengan uang muka 0% (tidak ada produk serupa ditawarkan oleh bank lain).
Money&You merupakan kreativitas kami untuk berkomunikasi sekaligus mengedukasi komunitas di Bali.
Pemasangan bendera merah putih super besar yang menyelimuti gedung BPRLestari di Teuku Umar juga kreasi tim komunikasi kami untuk menarik perhatian. Upaya ini cukup sukses karena diliput oleh semua surat kabar lokal, dan TV termasuk TV Nasional. Biayanya murah hasilnya maksimal.
Untuk tahun 2008, saya challenge seluruh tim saya, di BPRLestari untuk menampilkan kreativitasnya lagi, baik di produk, service, atau cara berkomunikasi ataupun kreativitas di bidang lainnya.
Saya mengusulkan menggunakan formula ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) dalam mengembangkan kreativitas. Tidak perlu sesuatu yang sama sekali baru. Steve Jobs juga cuma memperbaiki desain ketika sukses meluncurkan iPod. Pemasangan bendera menyelimuti gedung oleh Lestari juga tidak sepenuhnya orisinal, pernah dilakukan oleh sebuah perusahaan kosmetik di New York sana.
Bagaimana dengan bisnis anda?
Semoga bermanfaat dan salam dahsyat!



