Bapak/Ibu pembaca BaliPost, pertanyaan “bagaimana caranya menjadi cepat kaya?” adalah pertanyaan yang paling sering saya jumpai.
Hampir semua orang ingin menjadi kaya, dan kalau bisa … dengan cepat.
Besarnya demand, ingin kaya cepat ini kemudian dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk menawarkan solusi, baik berupa pelatihan cara cepat menjadi kaya, produk-produk investasi yang ‘menggiurkan’ sampai proyek penggandaan uang.
Dari yang intelek, semi intelek sampai perdukunan.
Dan “cara cepat menjadi kaya” selalu laku dijual.
Ijinkanlah saya kali ini mengutarakan pendapat saya yang sebenarnya, mengenai “cara cepat menjadi kaya”.
Menurut saya, cara cepat menjadi kaya ada empat. Kesatu, kita terlahir kaya. Kedua, menikah dengan orang kaya. Ketiga, merampok dan menipu. Dan yang terakhir menang lotere.
Cara pertama kita tidak bisa mengontrolnya. Semua kehendak Yang Di Atas. Walaupun cepat (baru lahir sudah kaya), dalam banyak kasus, hal ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.
Menikah dengan orang kaya juga merupakan alternatif yang baik untuk dipertimbangkan. Tapi saja sudah terlanjur menikah, dan saya katholik, jadi cara ini sudah tidak relevan untuk saya.
Tapi hati-hati menggunakan teknik ini, what you look is not always what you get. Kaya adalah dalam artian net worth. Dalam akuntasi berlaku, modal adalah asset dikurangi liabilities. Harta bersih adalah total harta dikurangi hutang. Kadang yang nampak hanyalah total hartanya. Hutangnya tidak kelihatan.
Untuk menggunakan teknik kedua ini jelas diperlukan ketrampilan akuntasi dan auditing. Dalam sebuah kesempatan ngobrol di warung kopi dengan teman-teman, sambil bercanda saya mengatakan “mungkin saya perlu bikin seminar How to Marry A Millionare”.
Oke, cara kedua ini masih masuk akal, walaupun tidak segampang yang kelihatannya. Salah hitung nanti sengsara.
Yang ketiga, merampok dan menipu.
Cara ini mungkin dilakukan. Beberapa orang menjadi kaya denga menipu, yaitu dengan menawarkan produk-produk investasi yang membuat orang lain cepat menjadi kaya.
Menjadi perampok, baik yang menggunakan kekerasan (pakai senjata) ataupun menipu dengan berbagai cara (hutang tidak bayar, pemalsuan, penggandaan uang, money game dll), memang bisa membuat kita cepat menjadi kaya. Namun cara ini bertentangan dengan hati nurani saya, dan saya takut kualat disumpahin orang banyak.
Dan biasanya “if you live by the sword, you will killed by the sword”. Hidup di jalan pedang, matinya juga di pedang.
Hendra Rahardja, penipu kelas kakap, kakak dari Eddy Tanzil, walaupun kaya raya, mati meninggal sebagai buronan.
Sekarang, tinggal jalan terakhir. Menang lotere. Termasuk di sini, orang kaya mendadak ‘bagaikan dapat durian runtuh’. Tanahnya tiba-tiba ditaksir investor untuk hotel. Tiba-tiba mendapat uang miliaran.
Problemnya, lotre illegal di Indonesia. Dan kita juga tidak bisa mengontrol kapan bisa menang. Menunggu durian runtuh, kapan jatuhnya. Kalau tidak runtuh-runtuh bagaimana?
Dan dalam banyak kasus, OKM (Orang Kaya Mendadak) biasanya juga menjadi OMM (Orang Miskin Mendadak).
Jadi harus bagaimana ? Kita lanjutkan minggu depan yah, kolomnya terbatas.
Selamat hari raya Galungan, semoga bermanfaat.