Minggu lalu saya mengutarakan pendapat saya, bahwa hanya ada empat cara untuk menjadi cepat kaya.
Kesatu, you were born rich. Kedua, marry to the rich. Cara ketiga, merampok dan menipu. Yang keempat, menang lotere.
Cara pertama kita tidak bisa atur. Cara kedua, masih mungkin dilakukan walaupun resikonya juga tidak kecil. Salah kalkulasi nanti sengsara.
Jika kita merampok dan menipu, biasanya kita juga akan dirampok atau ditipu. Dan kalau berhasil selamat tidak dirampok atau ditipu sesama penipu, biasanya mati sebagai buronan.
Mendapat durian runtuh, menang lotere, bisa membuat orang kaya mendadak. Namun problemnya dalam banyak kasus OKM (Orang Kaya Mendadak) juga biasanya menjadi OMM (Orang Miskin Mendadak).
Mengapa demikian ?
Jika seseorang tanpa persiapan yang memadai. Tanpa ketrampilan financial (financial literacy) yang cukup, tiba-tiba kelimpahan begitu banyak uang, kira-kira apa yang akan dilakukannnya.
Pertama, sangat mungkin ia akan membeli barang-barang konsumtif. Mobil mewah, kapal pesiar, rumah mewah, arloji mahal. Semuanya liabilities (kewajiban).
Definisi saya atas liabilites (kewajiban) adalah segala sesuatu yang megakibatkan uang keluar dari kantong kita. Mobil, kapal pesiar, rumah mewah semuanya mengakibatkan uang keluar dari kantong kita.
OKM cenderung mengumpulkan liabilities dengan uangnya. Tanpa di-back-up dengan asset yang memadai. Asset per definisi adalah segala sesuatu yang mengakibatkan uang masuk ke kantong kita.
Kedua, sangat mungkin OKM salah berinvestasi. Begitu seseorang mendapatkan banyak uang, sangat mungkin mendapatkan tawaran investasi dari saudara, yang mengaku saudara, kerabat jauh, teman dan yang mengaku teman. Tanpa financial literacy dan business skills, kemungkinan salah ini sangatlah besar.
Maka, sang OKM mengumpulkan Asset yang kemudian terbukti sebenarnya adalah Liabilities.
Ketiga, ia bertemu dengan wanita yang salah. ‘Wanita’ ini menggunakan teknik kedua menjadi cepat kaya (marry to the rich). Dalam banyak kasus, sang OKM menceraikan istrinya dan menikah lagi dengan wanita yang salah. Ia menceraikan asset dan menikahi liabilities.(Kasus ini jarang terjadi jika sang OKM adalah wanita).
Hampir 70%-80% kesulitan keuangan yang saya jumpai dalam kehidupan profesional saya sebagai bankir, diakibatkan hal yang ketiga ini.
Tanpa financial literacy, investing dan business skills yang memadai,sang OKM tanpa disadarinya mengumpulkan liabilities sehingga semakin banyak uang yang keluar dari kantongnya. Tidak lama biasanya sang OKM kembali lagi miskin.
Jadinya bagaimana? Apakah tidak ada cara lain untuk menjadi cepat kaya?
Bapak/Ibu sekalian, sepanjang pengetahuan profesional saya, sepanjang pergaulan saya dengan orang-orang yang terbukti ‘financially success’, dari ratusan buku-buku yang saya baca, puluhan seminar yang saya hadiri, tidak saya ketemukan cara menjadi kaya dengan cepat, selain keempat cara yang sudah saya uraikan satu persatu di atas.
Kita bisa mempercepat prosesnya, kita bisa menjadi kaya, banyak caranya. Tapi tidak ada jalan pintas. There is no short cut! Kita harus lalui prosesnya.
Semoga bermanfaat dan salam dahsyat!