Pak, salam dahsyat !
Saya bisnis di industri mebel. Saya sudah 5 tahun berusaha, dan dari hasil usaha saya memiliki cukup simpanan di bank. Bagaimana sebaiknya, apakah saya membeli ruko saja. Teman saya menyarankan untuk membeli ruko. Walaupun uang saya tidak cukup, saya nanti KPR. Bagaimana apakah investasi di ruko akan menguntungkan ?
Wiko, Denpasar.
Pak Wiko yang dahsyat, apakah bapak membeli ruko tadi untuk dipergunakan untuk keperluan bisnis bapak, untuk digunakan sebagai kantor, showroom atau untuk apa?
Saya menganut kepercayaan, bahwa investasi yang baik harus memenuhi 2 unsur. Yang pertama adalah adanya hasil atau yield atau return. Dan yang kedua adalah potensi untuk mendapatkan capital gain di masa yang akan datang. Capital gain artinya harganya naik sehingga ketika dijual memberikan keuntungan bagi investornya.
Dengan berpatokan kepada 2 kriteria tadi, maka saya bisa memilih investasi apa yang baik dan tidak baik.
Contoh, apakah membeli tanah kosong itu investasi yang baik?
Tanah mungkin mempunyai potensi capital gain, tapi tidak memberikan hasil, kecuali tanah itu kemudian dikontrakan.
Jika tanah tadi tidak memberikan hasil secara bulanan atau tahunan, dan hanya ada kemungkinan capital gain maka membeli tanah tadi namanya bukan berinvestasi, melainkan berspekulasi.
Investasi tidak sama dengan spekulasi.
Kata mungkin saya garis bawahi dua kali. Karena yang mungkin naik, mungkin pula turun.
Walaupun properti mempunyai kecenderungan naik, tapi tidak pasti. Teman saya selalu mengatakan, ‘jika ada yang mengatakan pasti dalam sebuah investasi, maka dia adalah pembohong. Yang pasti adalah matahari selalu terbit dari Timur’.
Jika ruko tadi oleh Pak Wiko akan digunakan sendiri, sehingga bisnisnya akan menghasilkan lebih daripada ‘opportunity cost’-nya, atau akan dikontrakkan dengan nilai bahwa nilai kontrak melebihi biaya bunga yang dibayarkan oleh pak wiko, maka boleh saya katakan bapak berinvestasi.
Jika bapak membeli ruko, kemudian berdoa supaya harganya naik, maka bapak berspekulasi.
Yang paling ‘mengerikan’ adalah berspekulasi (yang kita anggap berinvestasi) dengan berhutang. Spekulasi dan hutang adalah kombinasi yang mematikan.
Orang ada mengatakan “main properti sih oke, asalkan pake uang dingin”. Yes, I agree, jika yang dimaksudkan adalah berspekulasi.
Sedangkan jika kita berinvestasi, maka boleh hutang sebanyak-banyaknya.
Saya pribadi menyenangi berinvestasi di properti, dan saya berspekulasi kecil-kecilan. Spekulasi saya kecil saja, karena saya biayai dengan uang sendiri, sehingga kalau rugi saya tidak membahayakan siapa-siapa.
Saya meyenangi investasi di properti karena sifatnya yang stabil, dan saya bisa memaksimalkan leverage.
Model investasi di properti ini saya akan bahas pada Money&You Live Seminar, sabtu, 14 Oktober di HardRock. Pak Wiko saya undang untuk ikut seminar saya.
Semoga bermanfaat dan salam dahsyat.