“Hidup adalah akumulasi Perbuatan”
Pada sebuah training gathering yang diselenggarakan oleh BPRLestari kepada para sales person-nya, Pak Iwi Sandjaya, sang trainer mengatakan bahwa perbedaan seseorang yang mendapatkan sukses di karir dan yang tidak sukses, sebenarnya hanyalah tipis-tipis.
Diceritakan oleh Pak Iwi, bahwa seseorang bisa diramalkan akan sukses, jika misalnya datang 10 menit lebih awal dibandingkan dengan teman-temannya, dan pulang 15 menit lebih lambat.
Keunggulan 25 menit tadi membuat ‘seseorang’ tadi bisa mengerjakan pekerjaan lebih banyak. Lebih produktif 25 menit sehari. Jika dikalikan dengan 5 hari dalam seminggu, menjadi 125 menit. Dalam setahun 12 hari kerja. Jika ditarik dalam rentang karir seseorang selama 10 tahun. Maka perbedaannya menjadi signifikan.
Seseorang diramalkan akan sukses, jika misalnya ‘sakit’ lebih sedikit. Jika seseorang mempunyai ‘kebiasaan’ sakit 1 hari dalam sebulan, maka dia ketinggalan 1 hari sebulan, 12 hari setahun, dan jika diakumulasikan dalam 10 tahun, adalah 120 hari. Hampir 4 bulan sendiri.
Jadi yang tidak pernah sakit (atau lebih jarang sakit) akan 4 bulan lebih produktif dibandingkan dengan yang punyai kebiasaan sakit 1 hari sebulan.
Seseorang diramalkan akan sukses, jika selalu tampak segar dan bersemangat (hal ini bisa dicapai jika kita konsisten menerapkan “gaya hidup sehat sebagai life style”- Ade Rai)
Bandingkan hasilnya dengan yang sakit-sakitan dan loyo. Bandingkan dalam kurun 10 tahun.
Seseorang diramalkan akan sukses jika membaca buku lebih banyak dibandingkan dengan yang lainnya.
Pak Pribadi, kolega saya di BPRLestari, membiasakan dirinya membaca 8 sampai 10 buku dalam sebulan. Dan sudah dikerjakannya selama 16 tahun. Bayangkan pengetahuannya!
Bandingkan dengan saya yang cuma mentargetkan 1 buku sebulan (itupun kadang tercapai, kadang tidak). Dalam 16 tahun ke belakang ini saja, akumulasi pengetahuannya jauh melampaui saya. Apalagi jika kebiasaan ini diteruskan 10 tahun kedepan. Untung bagi saya, beliau bergabung dalam tim Lestari, jadi saya bisa memanfaatkan pengetahuannya bagi kepentingan tim kami.
Dan seterusnya dan seterusnya.
Bapak/Ibu sekalian, apapun yang kita capai ternyata merupakan akumulasi dari perbuatan-perbuatan kecil yang kita lakukan selama jangka waktu tertentu. Jarang sekali ada hasil yang kita langsung peroleh secara instant.
Jarang ada yang langsung bisa sehat, bugar dan berpenampilan baik dengan hanya 1 bulan mengikuti intensive training di gym.
Jarang ada yang langsung berpengetahuan dan mempunyai skill yang baik, jika baru menghadiri 1 seminar.
Semuanya adalah akumulasi sebuah perbuatan yang terus menerus dilakukan secara konsisten. Hasil sebuah kebiasaan.
Mengikuti logika diatas, sebenarnya kita bisa meramalkan dan merencanakan sukses. Jika saja kita bisa men-diferensiasikan diri kita dengan kolega kita (yang notabene adalah kompetitor kita), dengan kebiasaan-kebiasaan kecil yang bermanfaat (empowering habit).
Sukses tidak melulu dikarenakan melakukan hal-hal besar yang luar biasa, melainkan bisa diraih dengan melakukan hal-hal kecil yang positif secara konsisten.
Hidup adalah akumulasi perbuatan.
Semoga bermanfaat. Salam.
Alex P Chandra.



