Bapak/Ibu sekalian, perkenankan saya menyambung cerita saya minggu lalu mengenai percakapan saya dengan teman saya ketika sehabis makan siang, saya mengajaknya melihat-lihat ‘bakal kantor BPRLestari.
Katanya, “yang susah itu cari modalnya. Bagaimana caranya mendapatkan modal?”
Bapak/Ibu, pertanyaan teman saya ini sama dengan pertanyaan setiap orang yang akan memulai suatu usaha. Modalnya dari mana? Klasik sekali.
Saran saya, untuk setiap start up business, modal kalau bisa berasal dari kantong sendiri, atau pinjaman lunak atau investasi dari angel (malaikat penolong).
Maka dari itu, step vital untuk masuk ke kuadran S (self employed) dan B (business) versinya Kiyosaki itu, menurut saya adalah terlebih dahulu berinvestasi di kuadran E (employee).
Dengan bekerja terlebih dahulu, kita bisa mempelajari skills yang dibutuhkan, menggalang network, memupuk track record, dan sedikit mengumpulkan kapital untuk digunakan modal.
Skills, network dan sedikit kapital.
Ketiga hal ini yang akan membantu kita, jika kelak akan start up sebagai entrepreneur.
Karenanya, saya menganggap masa kita bekerja merupakan masa yang vital. Masa awal dari jenjang karir yang panjang. Yang amat sangat menentukan masa depan kita. Janganlah disia-siakan. Bekerja dan belajar sepenuh hati. Jangan setengah-setengah. Give your all!
Di masa inilah kita mulai menciptakan track record. Di masa inilah kita mulai membangun network. Jika kita bersungguh-sungguh, orang akan mulai bisa menilai ‘siapa kita’ bagaimana ‘kejujuran’ kita dan seterusnya.
Amat sangat disayangkan jika ada yang beranggapan bahwa bekerjalah seperlunya saja. Toh gajinya sudah dipatok. Nanti sungguh-sungguhnya jika sudah punyai bisnis sendiri.
Jika cara pandangnya demikian, kita kehilangan kesempatan emas untuk mulai berinvestasi.
Saya selalu berpendapat bahwa kita tidak pernah bekerja untuk orang lain. Kita selalu bekerja untuk diri kita sendiri. You are the president of Yourself Inc.
Menurut saya, saya cukup berhasil di BPRLestari, karena skills yang saya pelajari dahulu. Karena orang-orang mengenal saya terlebih dahulu di bidang perbankan. Karena orang-orang kurang lebih percaya sama saya. Dan seterusnya. Kesemuanya itu merupakan hasil dari investasi di masa saya ‘bekerja’.
Kalau ada ‘yang percaya’ atas skills dan integritas kita, maka kemungkinan kita mendapatkan angel investor. Yaitu orang-orang yang percaya dan mau membantu kita meminjamkan modal atau berinvestasi pada usaha yang kita dirikan.
Sangat tidak disarankan meminjam uang ke bank untuk modal memulai usaha. Sangat beresiko. Modal pinjaman bank hanya boleh digunakan untuk memperluas atau memperbesar usaha yang sudah proven.
Untuk memulai, mulailah kecil. Jadi tidak terlalu sulit mencari modalnya, ataupun jika ada yang meminjamkan atau berinvestasi pada usaha kita, resikonya bagi para angel itu tidaklah terlalu besar. Jangan mulai dengan usaha yang memutuhkan modal besar.
Dream big but start small.
Semoga bermanfaat.



