Hi, Pak Bayu, anda di Bangkok sekarang?
Mengenai permintaan anda untuk sharing idea “membangun generasi muda”, nanti akan saya coba rumuskan yah. Saya reply via e-mail saja. Disini saya mau sharing sama pengunjung blog money&you ide dasarnya:
1. Saya percaya pendidikan merupakan isu terpenting. Baik pendidikan formal ataupun non-formal. Tidak usah mendebatkan bahwa pendidikan yang ada sekarang tidak relevan-kah. Atau mutunya jelek. Pendidikan yang jelek atau tidak relevan masih lebih baik daripada tidak ada pendidikan sama sekali. Jadi programnya adalah ‘bagaimana meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan’. Formal maupun non-formal.
2. Kampanye gemar membaca. Masyarakat kita ‘tidak membaca’. Sedangkan dengan membaca buku, kita bisa mengakses pemikiran-pemikiran dari para jenius di dunia. Baik di bisnis atau di bidang apapun. Saya selalu kewalahan jika ada teman atau tamu dari jakarta yang berlibur ke Bali. Setelah sampai di hotel mereka selalu bertanya, “terus kita mau kemana?”. Maunya jalan-jalan ke pusat keramaian dan belanja. Tidak pernah betah tinggal di hotel. Sementara banyak turis datang ke Bali berhari-hari hanya tinggal di hotel. Kegiatannya “membaca”. Masyarakat kita bingung tinggal di hotel karena ‘tidak punya kegiatan’.
3. Masyarakat kita butuh model. Jadi diperbanyak model-modelnya. Apakah itu pengusaha muda sukses (dan tidak korupsi, saya mengidolakan Sandiaga Uno-red), artis yang sarjana, dan seterusnya. Perbanyak apa yang sudah dilakukan oleh Prof Yohanes dengan tim TOFI-nya. Seorang model akan mempunyai banyak peniru. Terjadi duplikasi, terjadi leveraging.
4. Masyarakat butuh awareness. Bali bisa mengupayakan (mempermudah akses buat investor/memberikan insentif) untuk mendirikan sekolah-sekolah bermutu tinggi. Bayangkan multiplier effect-nya jika Wharton Business School membuka sekolah bisnisnya di Bali.
5. Selain program kepedulian ‘bea-siswa anak sekolah’, yang lebih diperlukan adalah beasiswa yang lebih banyak lagi untuk level S-1 dan S-2. Pebisnis harus dirangsang membuat program beasiswa S-1 dan S-2. Bahkan jika perlu diberikan insentif. Lulusan S-1 dan S-2 akan memberikan dampak lebih besar terhadap masyarakat dibandingkan dengan lulusan SMA. Jadi sebenarnya beasiswa S-1 dan S-2 ini jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan membiayai sampai lulus SD, SMP bahkan SMA.
Pak, ini just rough idea, just accross my mind. Saya belum sempat memikirkannya dalam-dalam. Give me time yah Pak. Nanti saya reply via e-mail
Bye



