Statistik mengatakan bahwa hanya 4 dari 100 bisnis yang didirikan akan bertahan. Jadi success ratio hanya 4%. Bayangkan, hanya 4 dari 100. Tetapi statistik yang sama mengatakan bahwa 90% dari bisnis yang didirikan oleh experienced business people sukses. Kalau digabungkan kedua statistik tadi, kita bisa menyimpulkan bahwa
kurang lebih 96% bisnis yang gagal, adalah bisnis yang didirikan dan dijalankan oleh orang-orang yang tidak berpengalaman. Sedangkan yang kurang lebih 4%bisnis yang berhasil adalah bisnis yang didirikan dan dijalankan oleh orang-orang yang berpengalaman.
Kata kuncinya adalah berpengalaman. Mempunyai pengalaman. Experienced!
Bapak/Ibu sekalian, edisi lalu saya pernah mengatakan bahwa ‘masa bekerja’ adalah masa investasi kita yang berhaga.
Ketika kita ‘bekerja’ kita belakar, kita membangun jejaring, mempromosikan diri, menanamkan image. Yang semuanya merupakan modal dasar yang diperlukan ketika kita memulai sebuah usaha sendiri nantinya.
Saya mendata ada 5 keuntungan yang kita dapatkan ketika kita ‘bekerja’:
Satu, kita mendapatkan gaji.
Kedua, kita mempunyai waktu untuk belajar, gratis!
Ketiga, kita mendapatkan kontak, network dan jejaring.
Keempat, kita mendapatkan pengalaman.
Kelima, kita ‘berusaha’ dengan resiko orang lain.
Kalau saya flash back karir saya kebelakang, saya tidak bisa membayangkan hari ini, jika saya tidak mendapatkan pendidikan dari BCA tempat saya bekerja. Jika saja saya tidak mendapatkan kesempatan untuk tour of duty. Kesempatkan untuk menempati berbagai pos penugasan yang berbeda-beda,
mulai dari pembuat kebijakan di head office, operasional, perkreditan dan marketing. Sampai akhirnya berkesempatan memimpin sebuah kantor cabang.
Saya tidak bisa membayangkan hari ini, tanpa mentor-mentor saya di BCA, Pak Made Arnawa, Pak Notobudimulya, Pak Tji Agus Thamrin, Ibu Vita, Pak Irwandi, Pak Rudi Haryono, Toni Witanto, Pak Erick K Suryaputra.
Bagi Bapak/Ibu sekalian, nama-nama tadi mungkin tidak mengandung arti apa-apa. Tetapi bagi saya, mantan bos-bos saya tadi adalah mentor dan pembimbing. Guru-guru saya. Tanpa mereka tidak ada hari ini.
Poin saya adalah ternyata semua pengalaman, interaksi dan pembelajaran yang saya dapatkan ketika bekerja ternyata merupakan investasi saya yang paling berharga. Saya mendapatkan pengalaman, hands on experience, yang menurut saya paling berperan membantu karir saya saat ini.
Sebelumnya saya sempat berbisnis garmen, berdagang kayu, bisnis kerajinan sandal, furniture dan berdagang mobil. Semuanya tidak ada yang berhasil. Saya bisa menyalahkan bahwa partner saya kurang baik kerjanya, atau situasi ekonomi yang tidak mendukung dan yang lainnya. Tetapi kalau mau jujur, harus saya katakan bahwa penyebab kegagalannya adalah saya tidak kompeten. Saya tidak punya pengalaman di bidang-bidang itu.
Jadi menurut saya langkah awal memulai bisnis adalah mendapatkan pengalaman yang cukup. Bekerja di perusahaan yang baik, yang memberikan kesempatan kita berkembang dan belajar, yang memberikan pelatihan-pelatihan. Dapatkan mentor-mentor yang mau dan bisa membimbing kita. Dan jangan setengah-setangah. Masa itu mungkin akan merupakan
investasi kita yang paling berharga. Your seeds for your futute business empire.
Semoga bermanfaat.




By Fuk Choi on Jun 23, 2008
Artikel yg luarrr biasa Pak Alex….
Warmest Regards,
Fuk Choi
By chandra nugraha on Sep 22, 2008
mantaf!!!!!!
By chandra nugraha on Sep 22, 2008
mantaf!!!