Semua orang sependapat bahwa tahun 2009 penuh ketidakpastian. Semua orang setuju, dampak krisis akan berkelanjutan di tahun ini. Krisis sedemikian besarnya belum pernah dialami dunia sebelumnya.
Tahun 2008 diakhiri dengan melonjaknya suku bunga, anjloknya harga saham rata-rata 50% (berarti para investor kehilangan separuh hartanya). Pak Aburizal tidak lagi menjadi orang terkaya di Indonesia (walaupun masih tetap kaya), ekspor terancam, kunjungan wisatawan ke Bali dipertanyakan, PHK tak terelakan.
Pokoknya suram. Dunia serasa gelap gulita.
Bapak/Ibu sekalian, as a business leader, saya melihatnya sedikit berbeda. Memang dunia sedang krisis, memang bunga naik, biaya bisnis naik sedangkan permintaan merosot. Itu adalah kenyataan yang tidak bisa dihindarkan.
So be it! Biarkanlah.
Hal-hal diatas saya anggap sebagai Area Beyond Control (ABC). Kita tidak punya kuasa untuk mengontrolnya. Daripada fokus kepada ABC, sebaiknya kita lihat apa-apa yang bisa kita kerjakan. Daripada memaki kegelapan lebih baik menyalakan sebatang lilin .
Bapak/Ibu sekalian, berikut ini saya menyampaikan bagaimana pikiran saya, perasaan saya, persiapan bisnis saya menghadapi tahun 2009 yang penuh ketidakpastian ini. Makalah “2009, Berjalan Menembus Badai” ini sebenarnya merupakan memo internal yang saya sampaikan kepada ‘leadership staff’ di BPRLestari di penghujung 2008.
Saya merasa walaupun pembahasannya sangat spesifik terhadap bisnis saya (industri BPR), namun mungkin Bapak/Ibu sekalian bisa mengikuti logika-logika bisnis yang ada, dan mudah-mudahan menginspirasikan dan memberikan manfaat.
Change!
Rezim Bunga Tinggi.
Ketatnya likuiditas perbankan akan membuat rezim suku bunga rendah yang kita nikmati di 2007 sampai pertengahan 2008 tidak akan lagi kita nikmati. The game has changed now!
Perlombaan funding dengan strategi purba suku bunga akan terus ketat, walaupun saya ramalkan akan mengendor di quarter kedua tahun depan. Setelah itu suku bunga deposito di bank-bank umum akan secara gradual menurun,mungkin berkisaran di 10%an. Jadi ada premi (2-3%) yang cukup besar buat kita untuk bermain.
Namun demikian secara otomatis, suku bunga lending pun tidak akan bisa murah. Kita berada dalam posisi yang sangat baik dibandingkan dengan bank-bank umum karena sudah terbiasa bermain dengan rezim suku bunga tinggi. Selisih lending rate BPR dengan bank-bank umum bisa kita perkecil gap-nya (jika kita mau), jika misalnya kita mau bersaing keras dengan para bank umum.
Penjaminan 2M.
Ini merupakan berkah buat kita di industri BPR. Bayangkan berapa besar potensi market kita karena pejaminan menjadi 20 kali lipat. Entri customer yang tadinya mulai dengan 100 juta sekarang bisa dengan leluasa meningkatkan simpanannya menjadi 2M.
Ini kesempatan yang luar biasa buat kita untuk secara signifikan meningkatkan market share di Bali.
BI sebagai Lender of the Last Resort.
Ini juga merupakan breaktrough. Jika selama ini kita kuatir tidak bisa mengembalikan dana deposan jika terjadi rush. Maka sekarang dengan peraturan ini menjadi tidak lagi.
Sehingga atas perubahan/change yang kita prediksi akan terjadi di tahun 2009, ternyata buat kami di BPRLestari mengandung berbagai opportunity.
Bagaimana dengan bisnis anda?
Demikian Bapak/Ibu sekalian. Minggu depan saya akan disclose pendapat saya mengenai kompetisi industri BPR di tahun 2009.
Semoga bermanfaat. Salam.




