Halo Pak Alex, saya sangat suka membaca tulisan-tulisan pak Alex di Money&You, terutama tulisan “Gaya Hidup Satu Level di bawah Kemampuan”. Saya sudah mempraktekannya walaupun sering diledek oleh teman-teman karena antara lain saya masih cinta HP saya yang lama. Saya sudah bisa menabung, sekarang saldonya sekitar 50 juta-an. Tetapi menurut ibu saya lebih baik ngutang saja daripada menabung. Katanya disimpan di bank bunganya tidak seberapa. Dan terus terang pikiran saya yang selalu positif untuk menabung mulai terganggu. Saya minta tolong Pak Alex untuk menjawab keragu-raguan saya tentang mana lebih baik nabung ataukan ngutang ?
Sabrang Damarjati
Denpasar
Pak Sabrang, sebelumnya saya mengucapkan selamat kepada anda. Berhasil memupuk tabungan sampai saldo 50 juta sudah merupakan prestasi besar di tengah masyarakat yang sangat konsumtif. Saya ‘lulus’ dari BCA tahun 1999, pangkat terakhir Branch Manager, saldo tabungan nol!
Ketika saya menerima fax anda saya sudah bisa langsung menjawab, bahwa tentu kebiasaan menabung jauh lebih baik daripada kebiasaan mengutang.
As simple as that !
Tetapi kalau sesederhana itu, kenapa kebanyakan orang malah gemarnya berhutang, bukannya menabung. Terutama kelas pekerja. “Jika tidak berhutang tidak pernah punya barang”, demikian keyakinan sebagian besar masyarakat kita.
Bagaimana caranya menjelaskan fenomena aneh ini?
Pak Sabrang, bagaimana perasaan anda, jika tempat anda bekerja karena satu dan lain hal terpaksa mem-PHK sebagian karyawannya?
Tentunya bersedih dan susah. Namun masihkah anda dapat melanjutkan hidup? Sampai kemudian mendapatkan pekerjaan lain.
Dengan tabungan, anda tentunya masih punya waktu. Bahkan dengan saldo anda, bisa sampai setahun (kalau hemat) anda punya waktu untuk mencari pekerjaan lain.
Bandingkan dengan teman sekerja anda yang masih punya hutang cicilan motor dan tagihan kartu kredit dan sama-sama kena PHK.
Siapa yang lebih bisa bertahan?
Punya tabungan membuat pikiran kita lebih tenang. Membuat kita lebih bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri. Lebih waspada. Lebih siap jika terjadi kesulitan dalam hidup. Lebih siap jika ada kesempatan melintas.
Setelah mempunyai tabungan, barulah kita bisa memikirkan berinvestasi. Sementara bunga tabungan di bank kecil (ini bisa diperdebatkan, di BPRLestari sangat kompetitif bunganya), return dari investasilah yang membuat seseorang menjadi kaya.
Seseorang tidak bisa melakukan investasi jika tidak mempunyai tabungan.
Investasi mengandung resiko. Jadi jika seseorang tidak mempunyai tabungan, dia tidak sanggup menanggung resiko kegagalan investasinya. Oleh karenanya bagi sebagian orang investing is too risky. Terlalu beresiko.
Disinilah ironi-nya. Bagi yang tidak mempunyai tabungan, ia tidak punya cushion (sandaran) yang melindungi dirinya jika investasinya gagal. Oleh karenanya ia menganggap berinvestasi terlalu beresiko. Baginya, berbisnis terlalu beresiko, saham juga, property apalagi.
Tanpa berinvestasi sulit menjadi kaya. Tapi tidak berani berinvestasi karena baginya terlalu berbahaya. Jadinya berhutang saja. Ini lingkaran setannya.
Sebaliknya, menabung memungkinkan kita mempunyai cushion jika investasi kita gagal. Berinvestasi tidaklah terlalu beresiko lagi. Ada kemungkinan investasi kita berhasil. Financial freedom di depan mata. Ini lingkaran malaikat.
Pak Sabrang, pilih mana, lingkaran setan atau lingkaran malaikat.
Semoga bermanfaat dan salam dahsyat!