Pak, salam dahsyat! Semua cara sudah saya tempuh, buku-buku sudah saya baca. Training berjalan di atas bara apipun sudah saya lakukan. Tetapi kenapa nasib saya belum berubah juga. Tolong saya diberi satu atau dua kalimat motivasi.
081xxxxxxx
Bapak/Ibu sekalian, sms di atas adalah salah satu dari sekian banyak sms sejenis yang saya terima.
Banyak nada keputusasaan. Frustasi dan kesedihan.
Ada yang mengeluh bahwa hidup tidak adil, bahwa adat istiadat tidak mendukung, bahwa bank tidak mau memberi kredit, atau suku bunga yang tinggi, pasar yang lesu dan seterusnya.
Bagaimana menjawabnya ? Satu persatu saya jawab tidak mungkin. Bukan karena tidak ada waktunya, tetapi karena saya tidak punya jawaban untuk semuanya.
Bapak/Ibu sekalian, terutama bagi para pengirim sms, baiknya saya menceritakan hal-hal yang pernah saya pelajari dari berbagai guru mengenai cara-cara memimpin diri sendiri (self leadership).Mudah-mudahan tulisan sederhana ini bisa menginspirasikan teman-teman yang merasa kesulitan.
Tindakan kita dipengaruhi oleh pikiran kita. Jika pikiran kita positif, tindakannya akan positif. Hasilnya kurang lebih positif. Sementara pikiran yang negatif akan berbuah tindakan yang negatif juga. Hasilnya negatif.
Jika kita melihat teman atau tetangga kita membeli mobil atau rumah baru misalnya. Jika pikiran kita positif maka kita akan terinspirasi dan belajar apa yang membuatnya berhasil. Jika pikirannya negatif, tentunya yang muncul adalah iri hati dan kedengkian.
Yang pertama tindakannya membuat kita belajar, yang belakangan membuat kita gelisah.
Robin Sharma dalam bukunya The Monk Who Sold His Ferrari mengilustrasikan bahwa pikiran kita bagaikan kebun. Kebun yang indah dan produktif adalah kebun yang hijau subur, dipenuhi dengan bunga-bunga harum dan berwarna warni.
Sementara kebun yang kotor dan tidak terurus akan dipenuhi belukar dan rumput liar. Kebun yang kotor tidak sedap dipandang mata, tidak produktif dan bisa-bisa ada ular yang menggigit dan membawa kematian
Memelihara pikiran kita bagaikan memelihara kebun.
Bayangkan kalau kebun di halaman belakang rumah kita ditumbuhi oleh rumput-rumput liar dan kita lupa mencabutinya. Tak lama kemudian kebun tadi akan dipenuhi oleh rumput-rumput liar yang mengganggu pemandangan. Hanya soal waktu bahwa kebun tadi akan dihuni oleh binatang-binatang yang mungkin berbahaya.
Jangan biarkan pikiran-pikiran negatif menguasai kebun pikiran kita. Suburkanlah selalu dengan hal-hal yang positif. Buku-buku yang bermanfaat. Teman-teman yang positif. Halau secepatnya jika ada pikiran negatif melintas. Pergilah jauh-jauh jika ada teman yang mulai bergunjing negatif atau berkeluh kesah berlebihan.
Jangan biasakan membaca



