31 August 2026

Mengenal Soft Saving: Menabung ala Gen-Z

Mengenal Soft Saving: Menabung ala Gen-Z

Punya target finansial, tapi tetap ingin ngopi cantik, traveling, menikmati hobi, atau sesekali self-reward? Anda mungkin cocok dengan konsep soft saving, salah satu cara menabung yang banyak dikaitkan dengan gaya mengatur keuangan Gen Z.

 

Berbeda dengan cara menabung yang mengejar target besar dalam waktu singkat, soft saving lebih menekankan keseimbangan antara menikmati hidup sekarang dan tetap menyiapkan keuangan untuk masa depan.

 

Apa Itu Soft Saving?

 

Sederhananya, soft saving adalah cara menabung yang lebih fleksibel dan realistis sesuai kemampuan keuangan. Bukan berarti seluruh penghasilan bebas dihabiskan. Justru prinsipnya adalah tetap punya kebiasaan menyisihkan uang, tetapi dengan target yang tidak membuat keuangan sehari-hari terasa terlalu membebani. Misalnya, dibanding menunggu punya uang dalam jumlah besar, kamu bisa mulai dengan nominal yang lebih terjangkau dan dilakukan secara konsisten.

 

Cara Menerapkan Soft Saving

 

Supaya soft saving tidak berubah menjadi alasan untuk terus belanja, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

 

1. Tentukan Nominal yang Realistis

 

Tidak perlu langsung memasang target terlalu tinggi. Pilih nominal tabungan yang masih memungkinkan Anda memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan nyaman. Misalnya 10% dari penghasilan Anda.

 

2. Menabung di Awal, Bukan Menunggu Sisa

 

Saat menerima penghasilan, langsung sisihkan sebagian untuk tabungan. Dengan begitu, menabung menjadi bagian dari rutinitas, bukan sekadar menggunakan uang yang kebetulan tersisa.

 

3. Tetap Punya Tujuan

 

Walaupun fleksibel, tabungan sebaiknya tetap punya tujuan. Misalnya untuk liburan, pendidikan, dana menikah, membeli kendaraan, atau mempersiapkan kebutuhan beberapa tahun ke depan.

 

4. Pisahkan Tabungan dari Uang Harian

 

Kalau semuanya berada di satu rekening, uang yang seharusnya ditabung bisa lebih mudah ikut terpakai. Memisahkan rekening dapat membantu menjaga komitmen terhadap target.

 

Soft Saving Boleh Santai, Tapi Tetap Harus Konsisten

 

Inti dari soft saving bukan soal seberapa besar uang yang berhasil disimpan setiap bulan, tetapi bagaimana membangun kebiasaan finansial yang bisa dipertahankan. Karena target keuangan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Nominal yang terasa ringan tetapi dilakukan secara rutin juga bisa membawa Anda semakin dekat dengan tujuan.

 

Mulai Menabung dengan Tabungan Sikaya

 

Kalau ingin mulai membangun kebiasaan menabung secara rutin, Tabungan Sikaya dari Bank Lestari Bali (BPR) boleh dipertimbangkan. Tabungan berjangka cocok untuk menyiapkan dana untuk berbagai rencana masa depan secara bertahap. Promo hingga September, Anda bisa mendapatkan bunga 5% per tahun dan bebas biaya admin bulanan untuk membantu tabungan terus bertumbuh, hanya dengan setoran awal mulai Rp1 juta dan setoran bulanan mulai Rp250 ribu!

Silakan Tanya Lestari di 087778811771 untuk kami bantu lebih lanjut terkait Tabungan Sikaya. Yuk tetap boleh menikmati hidup hari ini. Tapi jangan lupa sisihkan juga untuk masa depan dengan Tabungan Sikaya!


BERITA LAINNYA

Mengenal Soft Saving: Menabung ala Gen-Z

Cicilan Bulanan Bikin Stress? Yuk Atur Lagi dengan Cara Ini!

Kebutuhan rumah tangga memang beragam sekali jenisnya. Seringkali ada kebutuhan dengan nominal besar tidak bisa dibeli secara cash seperti renovasi rumah, membeli mobil, atau bahkan membeli rumah.... Selengkapnya

Mengenal Soft Saving: Menabung ala Gen-Z

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menabung Tabungan Pendidikan Anak? Simak Penjelasannya Yuk!

Dilansir dari kumparan.com, biaya pendidikan di Indonesia tercatat selalu mengalami peningkatan hingga 15% setiap tahunnya. Bayangkan, jika tahun ini biaya SPP seorang anak di bangku SMA adalah... Selengkapnya

Mengenal Soft Saving: Menabung ala Gen-Z

Bali Siap Bangkit! Bank Lestari Bali (BPR) Bersinergi dengan CIMB Niaga, Siapkan Rp 200 Miliar Untuk Support Pertumbuhan UMKM Bali

Pemulihan pariwisata Bali pasca pandemi mulai menemukan titik terang. Data di Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa per Desember 2022, angka wisatawan mancanegara yang datang ke Bali tercatat... Selengkapnya