Chat dengan kami disini

Di era digital saat ini, mencari pekerjaan menjadi semakin mudah karena banyak lowongan tersedia melalui media sosial, WhatsApp, Telegram, email, hingga platform online lainnya. Namun di balik kemudahan tersebut, masyarakat juga perlu semakin waspada terhadap maraknya penipuan berkedok lowongan kerja atau yang dikenal dengan istilah job scam.
Modus penipuan ini semakin beragam dan dapat menargetkan siapa saja, mulai dari fresh graduate, pencari kerja aktif, hingga masyarakat umum yang tertarik dengan tawaran penghasilan tambahan.
Job scam adalah bentuk penipuan yang dilakukan dengan menyamar sebagai perusahaan, recruiter, atau penyedia lowongan kerja palsu. Pelaku biasanya menawarkan pekerjaan dengan proses yang terlihat mudah dan penghasilan yang menggiurkan untuk menarik perhatian korban.
Tujuan utama pelaku umumnya adalah:
Pelaku menggunakan nama perusahaan besar atau internasional agar terlihat meyakinkan. Bahkan tidak jarang mereka menggunakan logo, website palsu, hingga akun media sosial tiruan. Modus ini sering disertai tawaran kerja dengan janji pasti lolos, gaji tinggi, benefit besar, dan job offer tanpa interview.
Masyarakat perlu lebih berhati-hati apabila menemukan beberapa tanda berikut:
Perlu diingat, perusahaan resmi umumnya tidak akan meminta kandidat untuk melakukan transfer dana selama proses rekrutmen.
Agar terhindar dari modus job scam, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Jangan Mudah Tergiur Tawaran Tidak Masuk Akal
Waspadai lowongan dengan janji penghasilan tinggi namun proses kerja terlalu mudah dan minim persyaratan.
2. Jangan Membagikan Data Pribadi atau Perbankan
Hindari memberikan:
3. Pastikan Informasi Berasal dari Sumber Resmi
Selalu cek:
4. Hentikan Komunikasi Jika Ada Permintaan Mencurigakan
Jika terdapat tekanan untuk transfer dana atau permintaan akses akun, segera hentikan komunikasi.
Penipuan lowongan kerja dapat menyebabkan kerugian finansial maupun penyalahgunaan data pribadi. Karena itu, penting untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan membagikan edukasi ini kepada keluarga maupun orang terdekat.
Mari bersama menjaga keamanan transaksi finansial dan data pribadi demi kenyamanan beraktivitas di era digital.
"Menjadi seorang pemimpin tidak diciptakan dalam sehari, tetapi dilatih secara terus menerus", begitulah kata Alex P. Chandra dalam Leadership Camp BPR Lestari yang diselenggarakan... Selengkapnya

Hari Senin, 18 Mei 2015 kemarin, 4 ton beras dibagikan oleh para karyawan BPR Lestari kepada 20 panti asuhan di Bali, ditengah-tengah jam kerjanya. Program berbagi Lestari For Kids ini merupakan... Selengkapnya

Pemandangan tidak biasa di jalan-jalan protocol Kota Denpasar, terlihat pada hari Senin tanggal 27 April 2015 kemarin. Jalanan Kota Denpasar yang sudah macet oleh kendaraan, terlihat semakin... Selengkapnya