Chat dengan kami disini

Memasuki periode pelaporan SPT Tahunan, aktivitas penipuan digital yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak meningkat signifikan. Pelaku memanfaatkan kepanikan wajib pajak dengan pesan yang tampak resmi, mendesak, dan meyakinkan.
Penipu akan memantik rasa panik korban melalui ancaman penonaktifan akun atau denda hingga iming-iming klaim restitusi palsu. Begitu korban lengah, data sensitif seperti username, password, OTP, hingga data perbankan dapat dicuri hingga menimbulkan kerugian.
Apa saja modus penipuan berkedok SPT tahunan ini?
Pelaku akan menjebak korban dengan mengirimkan pesan seperti:
"Akun NPWP Anda akan dinonaktifkan dalam 24 jam. Segera klik tautan berikut untuk verifikasi," atau SMS yang menjanjikan pengembalian pajak.
Begitu Anda meng-klik tautan, Anda akan diarahkan ke situs tiruan yang menyerupai laman DJP Online berisi subdomain yang berhubungan dengan sistem Coretax DJP.
Mereka membuat tautan mirip, misalnya:
❌ Palsu: https://coretaxdjp-pajak-id[.]com/... (bukan berdomain pajak.go.id)
Penipu akan mengarahkan korban untuk mengisi data diri, termasuk informasi perbankan. Kemudian, data pribadi dan perbankan korban akan disalahgunakan hingga menimbulkan kerugian.
Situs tautan Coretax yang resmi yakni:
✅ https://coretaxdjp.pajak.go.id/...
Sekilas terlihat sama dan meyakinkan, tetapi tetap selalu perhatikan bahwa domain resmi DJP selalu berakhiran pajak.go.id. Jika ada tanda hubung atau domain tambahan, itu patut dicurigai.
Penipu mengirim email seolah resmi dari Kantor Pelayanan Pajak, lengkap dengan kop surat dan tanda tangan digital. Subjeknya dibuat formal dan mendesak, seperti "Surat Pemberitahuan Tunggakan Pajak (SP2D) Terbaru".
Pada email ini, terdapat lampiran palsu berupa file berbahaya seperti .exe, .scr, atau dokumen Word/PDF yang mengandung macro jahat. Ketika dibuka, malware langsung menginfeksi perangkat, mencuri data perbankan bahkan informasi pribadi.
Pelaku akan menelpon korban dan mengaku sebagai petugas pajak dari kantor pusat atau bagian penagihan. Mereka menyebut informasi yang membuat Anda percaya, seperti nama lengkap atau jenis usaha, yang didapat dari kebocoran data.
Tujuannya yakni mendesak korban dan menciptakan kepanikan. Mereka menginformasikan adanya tunggakan pajak besar yang harus segera dibayar hari itu juga. Lalu, mereka akan meminta transfer ke rekening pribadi atau rekening palsu untuk menjebak korban dan mendapatkan keuntungan.
Bagaimana Menghindari Penipuan SPT Tahunan ini?
Pastikan selalu pegang prinsip berikut:
✅ Cek ulang nomor pengirim.
✅ Hindari klik link sembarangan! Situs resmi DJP selalu berakhiran pajak.go.id.
✅ Email resmi DJP hanya dari domain @pajak.go.id.
✅ Hindari download aplikasi ilegal! Aplikasi resmi DJP hanya tersedia di Play Store atau App Store.
✅ Jangan pernah memberikan data pribadi dan perbankan (PIN, Password, OTP, dll) ke siapapun. DJP tidak pernah meminta data pribadi melalui telepon.
✅ Jangan asal transfer ke rekening yang tidak resmi. Pembayaran pajak hanya melalui Kode Billing (MPN G3), bukan transfer ke rekening pribadi.
Ingat! Modus penipuan berkedok SPT Tahunan dirancang terlihat resmi dan mendesak. Jangan mudah percaya dan tingkatkan kewaspadaan pada hal-hal yang mencurigakan adalah kunci pencegahan yang bisa dimulai dari diri sendiri.
Ayo lindungi data pribadi dan keuangan Anda selama periode pembayaran pajak ini. Penipu memanfaatkan celah kecerobohan kita. Ingat, DJP tidak akan pernah meminta data sensitif melalui saluran tidak aman.
Jadikan informasi ini sebagai bekal bagi diri dan bagikan juga orang terdekat Anda agar semakin banyak yang terhindar dari penipuan serupa.

Rumah yang Wajib Direnovasi Rumah bukan hanya bangunan tempat kita tinggal, tetapi juga ruang aman bagi keluarga untuk tumbuh dan beristirahat. Seiring berjalannya waktu, kondisi rumah tentu... Selengkapnya

Hujan deras yang mengguyur Bali sejak Rabu (10/9) menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Denpasar dan sekitarnya. Bencana ini menimbulkan kerugian material hingga membawa duka mendalam bagi... Selengkapnya

Bagi masyarakat Bali, menjaga keseimbangan antara kebutuhan sehari-hari dan persiapan rahinan (hari raya) hingga upacara adat bukanlah hal yang mudah. Hampir setiap bulan selalu ada rahinan dan... Selengkapnya