Chat dengan kami disini

Maraknya aktivitas digital turut meningkatkan risiko kejahatan siber. Saat ini, berbagai modus penipuan online kembali terjadi dengan cara menyamar sebagai instansi resmi pemerintah maupun aparat penegak hukum. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena pelaku kerap memanfaatkan kepanikan dan ketidaktahuan korban.
Beberapa modus yang saat ini banyak dilaporkan antara lain:
Pelaku biasanya menggunakan logo instansi resmi, bahasa formal, hingga tautan yang tampak meyakinkan untuk membuat korban percaya.
Perlu diketahui bahwa instansi resmi tidak pernah meminta data rahasia seperti PIN, password, kode OTP, atau meminta transfer dana melalui telepon, SMS, maupun WhatsApp pribadi.
Segera waspada apabila Anda:
Hindari mengklik tautan atau membuka file sebelum memastikan kebenarannya melalui kanal resmi instansi terkait.
Jika tanpa sengaja Anda sudah mengakses tautan mencurigakan, segera lakukan langkah berikut:
Tindakan cepat dapat meminimalkan potensi kerugian finansial.
Apabila ditemukan indikasi transaksi yang tidak Anda lakukan, segera laporkan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dikelola oleh OJK melalui tautan berikut:
Selain itu, segera hubungi pihak bank untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Keamanan transaksi merupakan tanggung jawab bersama. Selalu lakukan verifikasi melalui kanal resmi dan jangan mudah percaya pada pihak yang meminta data pribadi secara mendadak. Selalu berhati-hati dan tetap waspada!

Banyak orang mengira menjadi nasabah prioritas hanyalah soal status dan gengsi. Padahal, di balik label “prioritas”, tersimpan berbagai keuntungan nyata yang sering kali tidak... Selengkapnya

BPR Lestari Bali kembali menghadirkan program promo spesial bagi para nasabah melalui aplikasi LestariDiskon. Sepanjang bulan Januari, nasabah dapat menikmati diskon hingga 50% di berbagai merchant... Selengkapnya

Modus penipuan digital kini makin bikin geleng-geleng kepala. Salah satunya adalah penipuan SMS dan WhatsApp e-Tilang palsu yang belakangan marak terjadi. Pelaku memanfaatkan kepanikan korban... Selengkapnya