Chat dengan kami disini

Hidup di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat modus penipuan semakin beragam dan semakin sulit dibedakan dengan layanan resmi. Salah satu modus yang kembali marak yakni penipu yang menyamar sebagai petugas Dukcapil lalu berpura-pura menghubungi masyarakat untuk “membantu aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)”.
Terlihat sangat meyakinkan, padahal aksi ini merupakan penipuan berbahaya yang menargetkan pencurian data pribadi dan akses finansial korban. Berikut penjelasan lengkap agar Anda tidak menjadi korban berikutnya.
Berdasarkan laporan masyarakat, pelaku biasanya melakukan melakukan aksinya dengan pola berikut:
Dengan alibi, data tersebut diperlukan untuk verifikasi aktivasi IKD. Padahal, data ini akan disalahgunakan untuk mengakses dan menguras saldo rekening bank, melakukan transaksi ilegal atas nama korban, hingga mendaftar pinjaman online ilegal.
Lindungi diri Anda dengan langkah berikut:
Jika Anda sudah memberikan data atau meng-klik link atau file mencurigakan, segera lakukan hal ini:
Jika terjadi sesuatu terhadap rekening bank Anda, segera lakukan pelaporan melalui kanal resmi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC): https://iasc.ojk.go.id
Ayo saling jaga keamanan digital! Modus penipuan digital berkembang sangat cepat, sehingga kita harus mawas diri dan meningkatkan kewaspadaan agar menjadi pegangan kuat dalam melindungi data diri dan keuangan Anda.

Rumah yang Wajib Direnovasi Rumah bukan hanya bangunan tempat kita tinggal, tetapi juga ruang aman bagi keluarga untuk tumbuh dan beristirahat. Seiring berjalannya waktu, kondisi rumah tentu... Read More

Hujan deras yang mengguyur Bali sejak Rabu (10/9) menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Denpasar dan sekitarnya. Bencana ini menimbulkan kerugian material hingga membawa duka mendalam bagi... Read More

Bagi masyarakat Bali, menjaga keseimbangan antara kebutuhan sehari-hari dan persiapan rahinan (hari raya) hingga upacara adat bukanlah hal yang mudah. Hampir setiap bulan selalu ada rahinan dan... Read More