Chat dengan kami disini

Pernah tiba-tiba menerima transfer dari orang yang tidak dikenal? Jangan buru-buru menggunakan ataupun mengembalikan dana tersebut. Transfer tak dikenal bisa saja merupakan kesalahan biasa. Namun, dalam kondisi tertentu, hal ini juga dapat menjadi bagian dari modus penipuan salah transfer. Karena itu, tetap tenang dan lakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.
Pelaku biasanya menghubungi korban dan mengaku telah salah mentransfer sejumlah uang. Untuk meyakinkan korban, pelaku dapat menunjukkan bukti transfer lalu meminta dana segera dikembalikan ke rekening tertentu dengan berbagai alasan mendesak. Dalam modus tertentu, dana yang masuk juga dapat berkaitan dengan transaksi ilegal atau penyalahgunaan data pribadi pada layanan pinjaman online. Karena itu, jangan langsung mengikuti instruksi pihak yang tidak dikenal, meskipun mereka mendesak Anda untuk segera mengembalikan dana.
Jika menemukan dana yang tidak Anda kenali masuk ke rekening, lakukan langkah berikut:
Permintaan yang mendesak sering digunakan untuk membuat korban bertindak tanpa melakukan verifikasi. Jika menerima transfer mencurigakan, pastikan terlebih dahulu asal dan status transaksi melalui bank. Hindari mengirim dana ke rekening lain hanya berdasarkan instruksi seseorang yang menghubungi Anda melalui telepon, WhatsApp, atau kanal lainnya. Bagi nasabah Bank Lestari Bali (BPR) yang menemukan transaksi mencurigakan pada rekening, segera hubungi Customer Care 081999684000.

Di penghujung tahun 2016 ini BPR Lestari kembali membagikan 4 ton beras kepada 20 panti asuhan. Pembagian beras ini dilaksanakan dalam rangkaian misi BPR Lestari yaitu #MakeanImpact. Bahwa BPR... Selengkapnya

Lestari Group sebagai salah satu perusahaan lokal Bali, di tahun ini memulai ambisinya untuk hadir di pentas nasional. Ambisi ini memang sejalan dengan visinya yaitu hadir secara nasional (National... Selengkapnya

Tahun 2016 bagi industry perbankan Indonesia merupakan tahun yang cukup sulit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Buktinya, OJK pun harus mengkoreksi pertumbuhan kredit perbankan yang awalnya di... Selengkapnya